Logo Bloomberg Technoz

Harga Babi di China Capai Titik Terendah 15 Tahun, Konsumsi Lesu

News
23 March 2026 13:40

Babi makan biji-bijian di peternakan yang terkena dampak kekeringan di San Jose de la Esquina, Argentina, Jumat (7/4/2023). (Natalia Favre/Bloomberg)
Babi makan biji-bijian di peternakan yang terkena dampak kekeringan di San Jose de la Esquina, Argentina, Jumat (7/4/2023). (Natalia Favre/Bloomberg)

Hallie Gu - Bloomberg News

Bloomberg, Peternak babi di China menghadapi kerugian yang semakin memburuk, karena konsumsi domestik daging babi yang lesu diperparah oleh kenaikan biaya akibat perang di Iran.

Pemerintah telah mendesak para peternak sejak tahun lalu untuk mengurangi jumlah induk babi dan tingkat pemotongan guna lebih menyesuaikan pasokan dengan permintaan. Langkah itu kembali dilakukan pekan lalu, dan pemerintah juga menyatakan akan membeli daging babi beku untuk cadangan negara guna menopang pasar.


Intervensi ini terjadi setelah harga babi anjlok ke level terlemah dalam setidaknya 15 tahun, menurut data dari Shanghai JC Intelligence Co., sementara margin produsen turun ke titik terendah dalam empat tahun.

Pig Profits Tumble. (Sumber: Shanghai JC Intelligence Co)

Pertumbuhan ekonomi di China telah melemah sejak pandemi, dan rumah tangga mengurangi pengeluaran untuk daging favorit mereka. Sementara itu, pemerintah berupaya menahan deflasi pangan seiring menjalankan agenda ekonomi yang berfokus pada peningkatan konsumsi.