Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Fluktuatif Usai Penurunan Terburuk dalam 40 Tahun

News
23 March 2026 05:46

Harga Emas (Bloomberg)
Harga Emas (Bloomberg)

Yihui Xie - Bloomberg News

Bloomberg, Harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (23/3) pagi setelah mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari 40 tahun. Para pelaku pasar kini tengah mencermati eskalasi ancaman antara Amerika Serikat (SA) dan Iran seiring perang yang telah memasuki minggu keempat.

Harga logam mulia ini bergerak di kisaran US$4.500 per ons pada awal perdagangan Senin, setelah anjlok hampir 11% sepanjang pekan lalu. Lonjakan harga minyak mentah telah memicu risiko inflasi, yang pada gilirannya memperkecil kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve (The Fed) maupun bank sentral lainnya. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, yang tercatat telah melemah selama delapan sesi berturut-turut.


Harga minyak mentah terpantau menguat pada Senin pagi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan tenggat waktu dua hari kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, atau pembangkit listriknya akan dibom. Iran membalas dengan ancaman akan menutup jalur strategis tersebut "secara total" dan menargetkan infrastruktur energi, teknologi informasi, hingga fasilitas desalinasi jika instalasi listrik mereka diserang. Ultimatum Trump tersebut dikeluarkan pada Sabtu malam pukul 19.44 waktu New York.

Di pasar spot, harga emas naik tipis 0,3% menjadi US$4.506,57 per ons pada pukul 06.16 pagi waktu Singapura, setelah sempat tertekan saat pembukaan perdagangan. Sementara itu, perak stabil di level $67,95, sedangkan platinum dan paladium terpantau merangkak naik. Di sisi lain, Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur kekuatan mata uang AS, tercatat turun 0,5% pada pekan lalu.