Logo Bloomberg Technoz

Perang Iran Dongkrak Tarif Kontainer, Pelayaran Asia Bangkit

News
17 March 2026 14:30

Kapal kontainer. (Tim Rue/Bloomberg)
Kapal kontainer. (Tim Rue/Bloomberg)

Rachel Yeo - Bloomberg News

Bloomberg, Laporan laba perusahaan kontainer asal China dan Taiwan menunjukkan bagaimana industri pelayaran beradaptasi dengan guncangan global. Perang Iran kini memupus harapan dibukanya kembali jalur Laut Merah, yang justru memicu kenaikan tarif angkut—sebuah angin segar setelah industri ini didera penurunan profit selama setahun terakhir.

Perusahaan raksasa seperti Orient Overseas International Ltd (China) dan Evergreen Marine Corp (Taiwan) sebelumnya melaporkan penurunan pendapatan yang tajam. Hal ini terjadi karena prospek pembukaan kembali Laut Merah sempat memperburuk masalah kelebihan pasokan kapal yang menjaga tarif tetap rendah sepanjang tahun lalu. Kondisi serupa juga dialami pelayaran Taiwan yang lebih kecil seperti Yang Ming Marine Transport Corp dan Wan Hai Lines Ltd.


Namun kini, momentum pasar tampaknya mulai berbalik meski ketidakpastian masih membayangi. Walaupun kapal kontainer memiliki eksposur yang jauh lebih kecil terhadap Selat Hormuz dibandingkan kapal tanker minyak, eskalasi perang secara efektif telah memupus harapan untuk pembukaan penuh jalur Laut Merah tahun ini.

“Penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan gangguan pada pelayaran kontainer dan kemacetan di pelabuhan alternatif lain, yang pada gilirannya memicu risiko kenaikan tarif pengiriman,” tulis analis Goldman Sachs, termasuk Herbert Lu, dalam catatan risetnya.