Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Susun 3 Skenario APBN, Defisit Dipastikan Lewati 3%

Dovana Hasiana
13 March 2026 18:09

Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menyiapkan tiga skenario kondisi makroekonomi Indonesia di tengah dampak potensi kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik yang berlangsung di Timur Tengah.

Ketiga skenario ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Airlangga Hartarto dan dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang digelar Presiden Prabowo Subianto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Menariknya, ketiga skenario tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak dunia akan membuat rasio defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dipastikan melewati batas 3%, sesuai yang berlaku dalam Undang-undang Keuangan Negara.


"Dengan berbagai skenario ini, defisit 3% sulit dipertahankan, kecuali mau memotong belanja dan pertumbuhan. Ini berbagai skenario yang perlu kita rapatkan secara terbatas," ujar Airlangga di hadapan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet paripurna, Jumat (13/3/2026).

Tak hanya itu, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga melemah drastis hingga ke level Rp17.500/US$, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang akan melambat. Sementara itu, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah berpotensi ke level lebih dari 7%.