Pemimpin Baru Iran: Selat Hormuz Harus Tetap Ditutup
News
13 March 2026 04:20

Eltaf Najafizada, Patrick Sykes dan Paul Wallace - Bloomberg News
Bloomberg, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Dalam komentar publik pertamanya sejak menggantikan mendiang ayahnya yang tewas terbunuh, ia memberi sinyal tidak akan mundur dalam perang di Timur Tengah.
Ulama garis keras berusia 56 tahun yang baru ditunjuk akhir pekan lalu ini juga memperingatkan bahwa medan tempur baru dalam konflik Iran melawan AS dan Israel akan segera dibuka jika peperangan terus berlanjut.
Nada bicara yang kaku dan menantang ini kembali menunjukkan keyakinan Iran bahwa mereka mampu terus meluncurkan rudal dan drone di kawasan kaya energi tersebut, yang kini tengah mengguncang pasar global. Serangan-serangan Iran sejauh ini telah memicu kekacauan di berbagai negara, mulai dari Israel hingga Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta menyebabkan harga minyak dan gas alam melonjak tajam. Pada hari Kamis pukul 13.50 waktu London, harga minyak mentah Brent terpantau hampir menembus US$100 per barel.
"Tuas penutupan Selat Hormuz harus dipastikan terus digunakan," demikian bunyi pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar televisi pemerintah, mengingat hingga kini stasiun tersebut belum menyiarkan gambar langsung Khamenei. "Studi telah dilakukan untuk membuka medan tempur lain di mana musuh memiliki sedikit pengalaman dan akan sangat rentan. Aktivasi medan tempur tersebut akan dilakukan jika kondisi perang berlanjut dan sesuai dengan kepentingan nasional."






























