Logo Bloomberg Technoz

Defisit Anggaran AS 2025 Merosot Jadi US$1,7 Triliun Berkat Tarif

News
14 January 2026 06:20

Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Daniel Flatley -- Bloomberg News

Bloomberg, Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) menyusut menjadi US$1,67 triliun untuk tahun kalender 2025, terendah dalam tiga tahun, terutama berkat lonjakan pendapatan bea cukai yang memecahkan rekor.

Defisit untuk bulan Desember adalah US$145 miliar, data Departemen Keuangan menunjukkan pada hari Selasa. Untuk tiga bulan pertama tahun fiskal 2026, yang dimulai 1 Oktober, shortfall penerimaan tercatat mencapai US$602 miliar. Bulan lalu, penerimaan bea cukai melambat menjadi US$28 miliar, pendapatan terkecil sejak Juli.


Meskipun kenaikan tarif Presiden Donald Trump terhadap mitra dagang utama telah meningkatkan pendapatan, undang-undang pajak andalannya mulai memiliki efek sebaliknya. Data Desember menunjukkan penurunan penerimaan pajak perusahaan menjadi US$65 miliar, turun 28% dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Gelombang pengembalian pajak individu juga akan mulai berlaku bulan ini, seiring dimulainya musim pengajuan pajak.

Untuk tahun kalender 2025, pendapatan tarif mencapai US$264 miliar, naik sekitar US$185 miliar dari tahun sebelumnya. Arus masuk dari bea masuk tersebut mungkin akan segera dipengaruhi oleh Mahkamah Agung, yang siap untuk memutuskan legalitas sejumlah pungutan Trump.