Logo Bloomberg Technoz

Update Kondisi Ekonomi RI Terkini, Apakah Masih Solid?

Redaksi
12 March 2026 16:39

Kondisi pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026) (Bloomberg Technoz/ Sultan Ibnu)
Kondisi pedagang di Blok A Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026) (Bloomberg Technoz/ Sultan Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah data ekonomi hingga Februari 2026 menunjukkan angka yang relatif positif. Namun jika dilihat lebih dalam, maka beberapa sinyal mulai mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak sekuat beberapa waktu sebelumnya. 

Pada Februari, inflasi tercatat melonjak tajam 4,7% secara tahunan (yoy). Ini menggambarkan bahwa tekanan harga mulai kembali terjadi setelah periode inflasi yang cukup jinak. 

Bagi kelompok rumah tangga, inflasi tinggi berarti ada risiko daya beli tergerus secara perlahan. Jika inflasi tinggi ini bertahan cukup lama, maka dapat membatasi ruang pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (BI).

Laju inflasi Indonesia dalam 10 tahun. (Sumber: Bloomberg)

Di sisi produksi, sektor manufaktur memang masih menunjukkan ekspansi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia masih berada 53,8 yang artinya aktivitas industri masih tumbuh.

Namun, ekspansi di kuartal ini juga menjadi gambaran industri yang tengah melakukan pemulihan pesanan akhir tahun, atau penjualan musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri. Artinya, pertumbuhan sektor industri ini belum mencerminkan peningkatan permintaan yang bersifat berkelanjutan.