Cari Kerja Sulit, Tenaga Kerja Terdidik Banyak Menganggur
Dian Sari Pertiwi
11 March 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hasil Survei Konsumen terbaru edisi Februari yang dirilis oleh Bank Indonesia awal pekan ini (9/3/2026), menunjukkan tingginya keresahan angkatan kerja terdidik di Indonesia. Mayoritas kelompok masyarakat dengan tingkat pendidikan pascasarjana (S2 ke atas) menilai lapangan kerja di Indonesia saat ini makin sempit. Hal ini akan berdampak pada mubazirnya anggaran investasi pendidikan serta tingginya potensi brain drain di Indonesia dalam jangka panjang.
Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, yang mengukur persepsi masyarakat RI terhadap kemudahan mendapatkan pekerjaan semakin turun, khususnya pada kelompok Tingkat Pendidikan Pascasarjana. Kelompok Tingkat Pendidikan Pascasarjana ini mencatatkan penurunan pada hampir semua pengukuran indeks, kecuali Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods), dan Indeks Penghasilan Saat Ini.
Kelompok lulusan pascasarjana sepertinya semakin khawatir dengan kondisi ekonomi Tanar Air. Terlihat dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja turun 26,7 dari 150,7 ke 124, juga Indeks Ekspektasi Penghasilan yang terkontraksi 13,5 dari 157,3 pada bulan lalu menjadi 143,8 pada bulan Februari ini.
Sempitnya lapangan kerja yang dirasakan oleh masyarakat berpendidikan tinggi ini mempengaruhi kondisi penghasilan mereka. Meski secara Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) masih positif naik dari Januari 124,4 menjadi 132,9 pada Februari, namun pada mayoritas perhitungan indeks kelompok ini mencatatkan kontraksi, termasuk Indeks Ekspektasi Penghasilan yang terkontraksi 13,5 menjadi 143,8 dari 157,3. Seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.
Pasar Tenaga Kerja dan Struktur Ekonomi Domestik






























