“Sekarang kita sudah, sedang melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan calon investor yang bisa melaksanakan proses pembangunannya. Nah, calon investor ini juga sudah ada pembicaraan juga dengan Pertamina untuk melakukan penguatan kilang-kilang Pertamina,” kata Laode kepada awak media, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) malam.
Laode juga mengaku belum dapat mengungkapkan besaran nilai investasi pembangunan storage minyak mentah tersebut. Namun, dia menegaskan sejauh ini baru terdapat satu storage yang direncanakan untuk segera dibangun.
Laode juga menegaskan minyak mentah yang nantinya berada di storage tersebut bakal terhitung sebagai cadangan minyak nasional, meskipun pembangunannya bakal turut dilakukan oleh pihak swasta.
“Kalau perhitungannya iya, tetapi kalau pembangunannya bisa saja oleh swasta,” ujar dia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan tangki penyimpanan minyak mentah tersebut perlu segera dibangun untuk memperbesar cadangan energi Indonesia.
Rencananya, kata Bahlil, tangki penyimpan minyak mentah tersebut bakal digarap oleh swasta dengan sumber dana dari pembiayaan campuran antara dalam negeri dan juga luar negeri.
“Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Sudah siap. Investasinya bisa dari di-blending antara dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan dari AS [Amerika Serikat],” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.
Rencana pembangunan tangki minyak mentah tersebut dilakukan untuk mempertebal umur cadangan minyak Indonesia. Terlebih, saat ini jalur perdagangan migas global di Selat Hormuz sedang ditutup.
Bahlil menyatakan tangki penyimpanan minyak mentah tambahan sangat dibutuhkan Indonesia agar kilang-kilang domestik mendapat kepastian pasokan dalam mengolah produk olahan kilang seperti BBM.
RDMP Dumai
Belum lama ini, induk usaha Essar Oil UK Ltd., yakni Essar Group tercatat pernah melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM dan Pertamina.
Grup konglomerasi swasta asal India tersebut disebut berminat berinvestasi di kilang minyak eksisting di Indonesia.
Bahkan, Essar Group disebut mempertimbangkan berinvestasi dalam pembangunan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Dumai, Riau.
Laode dalam kesempatan sebelumnya menjelaskan minat investasi Essar Group tersebut difasilitasi langsung oleh Bahlil.
Laode menyebut Bahlil memimpin rapat dengan PT Pertamina (Persero) dan Essar Group untuk membahas rencana awal penjajakan investasi di kilang minyak eksisting Indonesia.
“Jadi kita kan lihat RDMP itu baik. Kemudian Pak Menteri juga melihat, oh ini ada investor yang ingin berinvestasi. Kemarin dimediasi oleh Pak Menteri untuk langsung bertemu dengan Pertamina secara B2B,” kata Laode kepada awak media, di kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).
Lebih lanjut, dia menyatakan masih terdapat pertemuan lanjutan yang dilakukan Essar Group dan Pertamina untuk membahas lebih lanjut potensi investasi yang dapat dilakukan perusahaan asal India tersebut.
(azr/wdh)





























