Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48), stok nasional tercatat 1.360.279 Kl dengan penyaluran harian 86.227 Kl, menghasilkan ketahanan stok 16,28 hari. Stok Solar CN 48 hampir setara dengan batas minimum 16,3 hari. 

Sedangkan Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.383 Kl dengan penyaluran 1.979 Kl per hari dan ketahanan stok mencapai 44,43 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.

Untuk bahan bakar penerbangan avtur, stok nasional tercatat 529.861 Kl dengan penyaluran 13.998 Kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 38,42 hari, melampaui batas minimum 26 hari. 

Adapun untuk LPG, stok nasional tercatat 297.330 metrik ton (MT) dengan penyaluran 25.887 MT per hari, menghasilkan ketahanan stok 11,51 hari, sedikit di atas batas minimum 11,4 hari.

Sementara minyak tanah atau kerosin memiliki stok 29.701 Kl dengan penyaluran 1.521 Kl per hari dan ketahanan stok 19,30 hari.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau punic buying, sebab cadangan operasional Indonesia diklaim dalam kondisi terjaga di tengah terjadinya konflik di Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan stok operasional BBM sebesar 21—23 hari yang dimiliki Indonesia tak bakal segera habis, sebab setiap harinya pasokan tersebut terus dijaga besarannya melalui stok dari impor maupun produksi dalam negeri.

“Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup, jadi yang dimaksud dengan 21—25 hari itu adalah storage kita. Namun, itu kan dia [cadangan BBM] pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus dan impor kita enggak ada masalah,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).

Ihwal penutupan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz, Bahlil menyatakan hal tersebut tak bakal begitu berdampak ke Indonesia.

Alasannya, kata dia, Indonesia hanya mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah dan produk BBM banyak didatangkan dari Asia.

Di sisi lain, Bahlil menyatakan berdasarkan hasil pembahasan dengan Menteri Keuangan telah diputuskan bahwa tak terdapat kenaikan harga BBM bersubsidi, setidaknya hingga Lebaran 2026.

Adapun, saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) yakni 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Di tengah potensi pengetatan pasokan dan melonjaknya harga komoditas migas, pemerintah akhirnya berencana membangun fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah untuk menambah umur cadangan operasional nasional.

Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra, sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sekitar 25%, Angola 21%, Arab Saudi sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.  

Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.

(azr/ros)

No more pages