Logo Bloomberg Technoz

Sehingga, Kemenkeu mematok pertumbuhan ekonomi  akan cukup kuat di kuartal 1, melanjutkan momentum dari kuartal 4 2025 sebesar 5,39%. 

“Jadi dengan 5,39% nanti kita harapkan ini bisa berada di 5,5% atau lebih di kuartal 1 2026. Momentum pertumbuhan ekonomi itu juga kita harapkan terus berlanjut nanti di kuartal kedua juga kita akan melakukan strategi yang sama, dimana belanja kuartal kedua itu juga biasanya tidak setinggi kuartal ketiga dan kuartal keempat.” kata Febrio.

Febrio menyebut penyesuaian belanja yang cukup cepat ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga target APBN sebesar 5,4% akan tercapai di tahun 2026. 

Sebagai informasi, belanja negara hingga 28 Februari 2026 telah mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy). Belanja ini berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp 346,1 triliun, serta transfer ke daerah Rp 147,7 triliun. Dengan kondisi tersebut, APBN mengalami defisit 0,53% pada Februari 2026.

Sementara, realisasi pendapatan negara hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp358 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun. Pendapatan ini tumbuh 12,8% secara tahunan (yoy).

Sehingga, realisasi APBN masih mencatatkan defisit sebesar Rp135 triliun atau sebesar 0,53%

(ell)

No more pages