Logo Bloomberg Technoz

KAI Raih Anggaran Pemerintah Rp7,6 Triliun Lewat PSO & PMN 2026

Mis Fransiska Dewi
28 April 2026 12:27

Kereta api melintas disamping pemukiman warga di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kereta api melintas disamping pemukiman warga di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami dua insiden operasional secara beruntun pada Senin (27/4/2026) malam. Pertama, insiden berawal dari taksi listrik asal Vietnam, Green SM milik PT Xanh SM Green yang menemper KRL Commuter Line di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal, Bekasi.

Akibat insiden tersebut, peristiwa kedua terjadi. KRL Commuter Line lain yang menunggu antrean tertabrak oleh Kereta Api Agro Bromo Anggrek 4 relasi Jakarta-Surabaya yang tetap melintas langsung di jalur tersebut. 

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan, pada akhirnya, insiden tabrakan di wilayah Stasiun Bekasi Timur tak terhindarkan.


Di tengah insiden nahas yang terjadi, KAI mendapat sorotan dari masyarakat, baik terkait profil perusahaan maupun posisinya sebagai badan usaha milik pemerintah.  

Dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026, tercantum KAI mendapatkan anggaran berupa Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp5,86 triliun di 2026.