Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kejar Penguatan 3 Hari Beruntun

Dian Sari Pertiwi
11 June 2026 09:25

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Kamis (11/6/2026) dengan melanjutkan penguatannya, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung dua hari beruntun. Jika kembali finis di jalur hijau pada perdagangan hari ini, maka mata uang Tanah Air resmi terapresiasi tiga hari berturut-turut.

Rupiah sempat terapresiasi 0,03% ke Rp17.948/US$ pada sesi pembukaan perdagangan, di tengah gejolak geopolitik yang masih terjadi antara Amerika Serikat (AS), Iran dan Israel. Sebelum akhirnya kembali melemah 0,09% ke Rp17.970/US$.

Penguatan rupiah yang berlangsung kemarin ditopang oleh kebangkitan aset-aset Indonesia, setelah otoritas moneter kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke 5,5%. 


Di samping itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dikabarkan telah memimpin konferensi dengan investor dari AS dan Eropa pada Selasa malam untuk menjelaskan keputusan kenaikan suku bunga mendadak yang dilakukan BI. Pada Rabu pagi, ia kembali menggelar pertemuan serupa dengan investor di kawasan Asia. 

Di saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga meyakinkan pasar dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa pemerintah tetap akan menjaga batas defisit anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.