Lewat Block Mode, Kilang Cilacap Jaga Pasokan BBM Saat Mudik

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menjelang arus mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas di Kilang Cilacap terus berlangsung tanpa henti. Kilang yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga ini memainkan peran penting dalam menjaga pasokan bahan bakar minyak bagi masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, kilang tersebut tetap beroperasi secara optimal. Nyala obor kilang yang terlihat dari kejauhan menjadi simbol aktivitas industri energi yang terus berjalan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar nasional.
Para pekerja kilang bekerja secara bergantian untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan stabil. Operasional kilang tidak hanya menjaga pasokan energi, tetapi juga memastikan distribusi bahan bakar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama periode mudik.
Sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia, Kilang Cilacap memiliki peran strategis dalam rantai pasok energi nasional. Kilang ini menyuplai sebagian besar kebutuhan bahan bakar bagi berbagai wilayah di Indonesia.
Upaya menjaga stabilitas produksi tersebut juga didukung oleh berbagai inovasi operasional yang diterapkan oleh tim kilang. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem operasional Block Mode.
Inovasi ini mulai dijalankan sejak Mei 2024 dan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan fleksibilitas operasional kilang. Melalui pendekatan ini, kilang dapat mengolah campuran minyak mentah dengan lebih efisien.
Sebelumnya, Kilang I Cilacap lebih banyak bergantung pada minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah. Dengan adanya sistem Block Mode, pengolahan minyak mentah kini dapat dilakukan dengan lebih fleksibel melalui berbagai kombinasi bahan baku.
Manager Refinery Business & Optimization Kilang Cilacap Endah Purbarani menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai tim di lingkungan kilang.
“Block Mode merupakan hasil kolaborasi tim Kilang Pertamina. Inovasi ini memungkinkan pengolahan crude mix sehingga dapat meningkatkan yield product bernilai tinggi sekaligus memperkuat kinerja kilang,” ujar Endah.
Menurutnya, inovasi tersebut memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional kilang. Selain meningkatkan fleksibilitas pengolahan minyak mentah, sistem ini juga membantu meningkatkan produksi produk energi bernilai tinggi.
Inovasi Operasional Perkuat Ketahanan Energi
Penerapan Block Mode juga memungkinkan Kilang Cilacap mengolah berbagai jenis minyak mentah yang memiliki karakteristik serupa. Hal ini memberikan ruang bagi kilang untuk menyesuaikan komposisi bahan baku sesuai kebutuhan produksi.
Dalam praktiknya, pengolahan tersebut dilakukan melalui proses yang dikenal dengan istilah cocktail crude. Metode ini menggabungkan beberapa jenis minyak mentah melalui proses blending untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Pendekatan ini memungkinkan kilang memaksimalkan pemanfaatan berbagai jenis minyak mentah yang tersedia. Dengan demikian, ketergantungan pada satu sumber bahan baku dapat dikurangi.
Melalui inovasi tersebut, Kilang Cilacap mampu menjaga stabilitas produksi energi nasional. Operasional kilang juga dapat berjalan lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pasokan minyak mentah di tingkat global.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menjelaskan bahwa kilang tersebut memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia.
Menurutnya, kapasitas pengolahan Kilang Cilacap mencapai 348 ribu barel per hari. Kapasitas tersebut berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan bahan bakar nasional.
Dengan kapasitas tersebut, Kilang Cilacap mampu menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia. Peran ini menjadikan kilang tersebut sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.
“Kilang Cilacap beroperasi optimal untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu atau informasi yang tidak jelas kebenarannya terkait ketersediaan BBM,” ujarnya.
Selain memastikan produksi berjalan optimal, manajemen kilang juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional serta distribusi energi.
Sinergi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi bahan bakar dapat berjalan lancar. Hal ini menjadi semakin penting pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Pihak kilang juga terus memperkuat komunikasi dengan berbagai lembaga dan pihak terkait. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi energi berjalan tanpa hambatan.
“Melalui sinergi operasional dan komunikasi yang baik dengan pemangku kepentingan, kami berupaya menjaga keandalan kilang sehingga masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” tutup Agustiawan.
Bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya, keberadaan kilang ini memiliki arti yang lebih luas dari sekadar fasilitas industri. Kilang tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Energi yang diproduksi di kilang ini menjadi penggerak berbagai aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Dari kilang inilah bahan bakar diproduksi untuk menggerakkan kendaraan yang membawa jutaan pemudik kembali ke kampung halaman.
Dengan berbagai inovasi operasional dan kesiapan produksi yang terus diperkuat, Kilang Cilacap diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri.






























