Ekonom Beber Syarat Rupiah Bisa di Level Rp16.800/US$ Tahun Depan
Mis Fransiska Dewi
12 June 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpandangan kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali di level Rp16.800/US$ pada 2027 dapat terwujud. Akan tetapi, target tersebut tidak mudah dan belum bisa dianggap sebagai skenario dasar.
Hal ini merespons pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo ihwal keyakinan rupiah yang akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800-Rp17.500/US$.
Dia mengatakan angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai batas kuat dari asumsi pemerintah, bukan titik yang otomatis akan tercapai. Untuk bergerak dari posisi level sekitar Rp18.000 (atau secara rata-rata tahun kalender tercatat Rp17.130) ke Rp16.800, rupiah perlu menguat dan itu hanya bisa terjadi jika tekanan global mereda, harga minyak turun, imbal hasil AS melemah, arus modal asing kembali masuk secara lebih merata, dan kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik pulih.
“Pernyataan bahwa rupiah bisa menguat pada semester II tahun ini cukup masuk akal secara arah, tetapi penguatannya kemungkinan bertahap dan rapuh. Kenaikan suku bunga BI, peningkatan daya tarik SRBI, intervensi valas, serta koordinasi fiskal dan moneter memang dapat membantu meredam tekanan jangka pendek,” kata Josua ketika dihubungi, Jumat (12/6/2026).
Namun demikian, menurut dia, penguatan rupiah tidak akan bertahan jika hanya ditopang oleh suku bunga tinggi. Rupiah baru bisa menguat lebih berkelanjutan apabila pasar melihat perbaikan pada sisi fundamental, terutama APBN yang kredibel, defisit transaksi berjalan terkendali, cadangan devisa cukup, inflasi terkendali, dan kebijakan pemerintah tidak menambah ketidakpastian.






























