Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Surplus US$1,2 M Februari 2026, 70 Bulan Beruntun

Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 11:31

Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia tercatat mengalami surplus US$1,27 miliar pada Februari 2026. Artinya, ini merupakan surplus 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Nilai surplus lebih tinggi dibanding posisi surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 yang sebesar US$950 juta.

Kendati demikian, nilai surplus itu lebih rendah dibanding konsesus Bloomberg yang memproyeksi neraca perdagangan Februari mencatat surplus dengan median sekitar US$1,5 miliar. 


Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono menjelaskan, pada Januari 2026, neraca perdagangan terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas, yakni dengan surplus sebesar US$2,19 miliar.

"Beberapa komoditas penyumbang surplus yakni, lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).