Logo Bloomberg Technoz

Perang Siber Kian Masif di Konflik Iran Versus Israel-Amerika

Redaksi
09 March 2026 11:15

Ilustrasi aplikasi populer yang terpasang di gawai masyarakat memiliki keterkaitan dengan siber Israel (Diolah)
Ilustrasi aplikasi populer yang terpasang di gawai masyarakat memiliki keterkaitan dengan siber Israel (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tensi peperangan siber antara kedua negara yang tengah berkonflik di Asia Barat, Iran vs Israel yang didukung Amerika Serikat, meningkat pasca eskalasi pertempuran fisik kedua negara. Targetnya adalah penyerangan objek vital hingga pemadaman internet.

Operasi gabungan Operasi Epic Fury (AS) dan Roaring Lion (Israel), bersamaan dengan aksi serangan siber terbesar dalam sejarah terhadap Iran, dibalas negara yang kini dipimpin oleh Mojtaba Khamenei ini lewat kelompok hacktivist yang berafiliasi dengan Iran atau dikenal dengan APT Groups.

Operasi dilakukan melalui beberapa grup kecil seperti APT35 dengan pola serangan spear-phishing pada WhatsApp serta situs web palsu untuk mengumpulkan kredensial dari personel pertahanan.


Aksi siber juga dilakukan menggunakan Cloudflare dengan tujuan menyembunyikan infrastruktur Command and Control (C2). Aktornya adalah dikenal dengan nama APT34.

Terdapat pula kelompok bernama Handala Hack dengan pola pengambilan data dan operasi destruktif, dilansir dari laporan DCSI bulan Maret, seperti dikutip dari Ampcus Cyber, Senin (9/3/2026).