AS Tawarkan Reasuransi Rp338 Triliun Demi 'Hidupkan' Selat Hormuz
News
08 March 2026 13:32

Joe Deaux dan Loukia Gyftopoulou -- Bloomberg News
Bloomberg, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan program reasuransi senilai US$20 miliar atau setara Rp338,79 triliun yang bertujuan untuk menghidupkan kembali pelayaran di Selat Hormuz, di mana lalu lintas hampir terhenti di tengah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
US International Development Finance Corp. (DFC) mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka mengerahkan reasuransi maritim, termasuk risiko perang, di wilayah Teluk Persia untuk menstabilkan perdagangan. Fasilitas ini akan mengasuransikan kerugian hingga sekitar US$20 miliar "secara bergulir" dan hanya akan berlaku untuk kapal untuk saat ini, menurut sebuah pernyataan.
Pengumuman ini datang beberapa hari setelah Presiden Donald Trump memerintahkan DFC untuk menawarkan asuransi "dengan harga yang sangat wajar" untuk memastikan aliran energi dan perdagangan komersial lainnya di Teluk karena harga minyak melonjak.
Komentar-komentar tersebut muncul setelah beberapa pemerintah, termasuk AS, menyatakan bahwa ketersediaan asuransi menghambat transit. Trump juga mengatakan militer AS mungkin akan mengawal kapal-kapal di Selat tersebut, tetapi belum ada rencana yang diumumkan.

























