Restoran ini dikenal sebagai salah satu tempat yang menyajikan masakan Kanton halal di Hong Kong. Islamic Centre Canteen melayani pengunjung sejak pagi hingga malam hari. Namun, pengunjung yang ingin menikmati pilihan dim sum yang lebih lengkap disarankan datang sebelum pukul 14.30 karena menu tersebut biasanya habis sekitar pukul 15.00.
Menu yang tersedia mencakup berbagai jenis dim sum, hidangan nasi, mi, hingga gorengan khas Kanton. Salah satu yang direkomendasikan adalah beras ketan kukus dengan ayam yang dibungkus daun teratai.
LockCha Tea House
Masih di Hong Kong Island, LockCha Tea House menawarkan pengalaman berbeda dengan menyajikan dim sum vegetarian dalam suasana kedai teh tradisional Kanton. Tempat ini dikenal menghadirkan suasana tenang di tengah hiruk pikuk kota.
Pengunjung dapat menikmati dim sum yang baru diolah dari pilihan menu yang ringkas sambil menikmati berbagai jenis teh. Pada waktu tertentu, terutama saat sesi minum teh pada hari Minggu pukul 16.30 hingga 18.30, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan musik tradisional Tiongkok secara langsung.
Wai Kee
Di pusat makanan lokal Hong Kong Island, terdapat restoran Wai Kee yang sering disebut sebagai “mutiara tersembunyi”. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat masuk dari permukaan jalan lalu naik ke lantai satu menggunakan lift atau tangga.
Menu yang paling populer di Wai Kee adalah bebek panggang yang biasanya disajikan bersama nasi atau mi. Selain itu, kari daging kambing yang empuk juga menjadi salah satu pilihan hidangan yang banyak dipesan oleh pengunjung.
Warung Malang
Bagi wisatawan Indonesia yang merindukan cita rasa tanah air, Warung Malang menjadi salah satu pilihan. Restoran ini dikenal di kalangan wisatawan Indonesia karena menyajikan menu yang autentik dan segar.
Pilihan hidangan yang tersedia antara lain sate, berbagai masakan berkuah seperti soto dan rawon, hingga aneka camilan dan kudapan manis khas Indonesia.
Islam Food
Di kawasan Kowloon, khususnya Tsim Sha Tsui dan Mong Kok, terdapat restoran Islam Food yang telah berdiri sejak 1950-an. Restoran ini didirikan oleh pemilik yang dikenal sebagai Old Mr. Ma, yang awalnya menjual kue daging sapi, pangsit goreng, dan minuman susu kedelai asin.
Old Mr. Ma mempelajari cara memasak kari Pakistan saat bekerja di Kantor Polisi No. 7 di Sheung Wan pada 1930-an untuk para petugas polisi Muslim. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian menghadirkan hidangan kari yang hingga kini menjadi salah satu menu andalan restoran tersebut.
Islam Food dikenal luas oleh warga lokal dan telah menerima sejumlah penghargaan kuliner. Beberapa menu yang dapat ditemukan di restoran ini antara lain gulai daging sapi muda, kari daging kambing, sup pedas dan asam, serta berbagai hidangan irisan dingin seperti sekengkel sapi berbumbu, babat, urat daging, ayam, ubur-ubur, dan lidah sapi. Pengunjung juga disarankan mencoba xiao long bao, yaitu pangsit daging sapi kukus.
Istanbul Kebab
Di kawasan Tsim Sha Tsui, wisatawan juga dapat menemukan Istanbul Kebab, restoran kecil yang menyajikan berbagai hidangan khas Turki. Restoran ini menawarkan beragam jenis kebab berbumbu, mulai dari Adana hingga Istanbul kebab.
Selain kebab, restoran ini juga menyajikan berbagai hidangan klasik Turki seperti kol isi, daun anggur isi, serta terung isi. Bagi pengunjung yang ingin menikmati cita rasa Mediterania, tempat ini menjadi salah satu pilihan yang tersedia di Hong Kong.
Dengan beragam pilihan restoran halal tersebut, wisatawan Muslim memiliki banyak alternatif tempat makan saat berkunjung ke Hong Kong, mulai dari masakan Kanton halal hingga hidangan internasional.
(rtd)
































