Logo Bloomberg Technoz

BMI meramal prospek pertumbuhan LNG di regional tersebut selama 10 tahun kedepan tetap positif dengan pertumbuhan kumulatif meningkat 104 miliar meter kubik (bcm).

Meski demikian, secara global kawasan ini akan menghadapi persaingan ketat dari peningkatan kapasitas LNG di kawasan Amerika, Timur Tengah, dan Afrika.

Kendati begitu, Asia masih diuntungkan sebab menjadi penggerak pertumbuhan konsumsi LNG dunia. Proyek-proyek ekspor di kawasan juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi biaya transportasi yang relatif lebih rendah serta fleksibilitas pengiriman ke pasar utama.

Potensi Cadangan

BMI mencatat, Eni SpA telah berhasil menemukan potensi gas 600 miliar kaki kubik (bcf) di sumur eksplorasi Konta-1, Blok Muara Bakau, Cekungan Kutai, sekitar 50 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur.

Eni juga melaporkan volume potensi gas yang terkandung bisa melebihi 1 triliun kaki kubik (tcf) gas initially in place (GIIP).

Sumur tersebut dibor hingga kedalaman 4.575 meter (m) di kedalaman air 570 m, Eni melaporkan gas ditemukan di empat reservoir batu pasir Miosen; tes yang berhasil menghasilkan aliran gas hingga 31 standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan sekitar 700 barel per hari (bph) kondensat, dengan perkiraan potensi multi-pool hingga 80 MMscfd dan sekitar 1.600 bph kondensat.

“Penemuan ini dekat dengan fasilitas yang ada dan penemuan-penemuan di sekitarnya, dan Eni sedang mempelajari opsi pengembangan jalur cepat sambil melanjutkan kampanye pengeboran Cekungan Kutai yang lebih luas termasuk empat sumur yang direncanakan pada tahun 2026,” tulis BMI.

Adapun, Konta-1 dioperasikan oleh Eni dengan kepemilikan saham 88,33% bersama Saka Energi sebesar 11,67%.

Blok Muara Bakau sendiri termasuk dalam portofolio aset yang rencananya akan dikelola oleh perusahaan patungan baru Eni dan Petronas, NewCo dengan komposisi kepemilikan 50:50, yang ditargetkan rampung pada 2026 dengan nilai investasi lebih dari US$15 miliar dalam lima tahun.

LogoENI SpA./Bloomberg-Alessia Pierdomenico

Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) disebut telah menyetujui keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek Geng North dan Gendalo-Gendang garapan Eni.

BMI mencatat, Eni berencana mengembangkan proyek Northern Hub di Kalimantan Timur yang mencakup lapangan Geng North dan Gehem.

Geng North diperkirakan memiliki sumber daya sekitar 5 tcf gas dan 400 juta barel kondensat, sementara Gehem memiliki potensi sekitar 1,6 tcf gas.

Kedua lapangan tersebut akan dikembangkan melalui sistem subsea tie-back yang terhubung ke fasilitas produksi terapung baru berupa floating production, storage and offloading (FPSO).

Selain itu, lapangan Gendalo dan Gandang dengan potensi sekitar 2 tcf gas akan dihubungkan ke fasilitas produksi Jangkrik Floating Production Unit (FPU) guna memperpanjang masa produksi puncaknya setidaknya selama 15 tahun.

Eni juga telah mendapatkan perpanjangan lisensi lapangan Ganal dan Rapak selama 20 tahun.

Eksplorasi

Di sisi eksplorasi, Eni merencanakan pengeboran selama empat hingga lima tahun untuk menilai potensi sumber daya gas tambahan di sekitar lapangan yang sudah ada, dengan estimasi potensi lebih dari 30 tcf di Cekungan Kutai.

BMI memprediksi proyek-proyek tersebut dapat mendukung produksi gas sekitar 2 bcf per hari dan kondensat sebesar 80.000 bph di Kalimantan Timur, dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada termasuk kilang LNG Bontang dan FPU Jangkrik.

“Proyek-proyek ini diharapkan dapat mendukung produksi sekitar 2 bcf/d gas dan 80.000 b/d kondensat di Kalimantan Timur, dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada, termasuk kilang LNG Bontang dan FPU Jangkrik,” tegas BMI.

Ekspor LNG negara-negara Asia dan Australia per lima tahun (Dok. BMI)


Dalam riset sebelumnya, BMI meramal Indonesia siap menjadi raksasa produsen LNG di Asia Tenggara, seiring dengan adanya potensi tambahan 40 bcm sumber daya hingga 2030.

BMI menyebut Indonesia kaya dengan proyek gas greenfield yang akan mengerek pasokan gas baku untuk produksi LNG sepanjang 2024—2030.

(azr/wdh)

No more pages