Ada MBG, RI Masih Defisit 6,72 Ton Kebutuhan Susu
Pramesti Regita Cindy
21 July 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi susu nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih mendominasi pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Amran menjelaskan kebutuhan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Pada 2029, kebutuhan susu nasional diproyeksikan mencapai sekitar 8,5 juta ton.
Di sisi lain, pada 2025 Indonesia masih mengalami defisit susu sekitar 6,72 juta ton atau 81,28 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri melalui investasi, pengembangan peternakan modern, dan pemberdayaan peternak rakyat.
"Dulu (pemerintahan) Presiden Soeharto, impor susu hanya 40 persen. Setelah era pasar bebas, impor terus meningkat hingga sekarang mencapai sekitar 82 persen. Karena itu Bapak Presiden Prabowo mengeluarkan kebijakan bahwa selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor," kata Amran saat peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama (GDB) di Brebes, Jawa Tengah, mengutip dari keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).
"Saya mau buat formulasi kebijakan untuk bisa swasembada susu. Yang paling berat itu swasembada beras, tetapi kita bisa mewujudkannya. Swasembada susu juga bisa kita capai kalau semua bergerak bersama," sambungnya.

































