Logo Bloomberg Technoz

Rangkaian Peristiwa yang Menghantam IHSG, Rupiah hingga Fitch

Muhammad Fikri
05 March 2026 06:30

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat sepanjang perdagangan kemarin Rabu (4/3/2026). Jatuhnya indeks dipicu kombinasi sentimen, mulai dari eskalasi geopolitik, pelemahan rupiah, hingga kabar revisi outlook utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings.

IHSG bahkan tidak sempat mencatatkan penguatan sepanjang hari. Setelah pembukaan perdagangan, indeks langsung turun tajam dan sempat menyentuh level terendah 7.486, sementara level tertingginya hanya mencapai 7.897,81. Pada perdagangan sesi II, tekanan semakin dalam. IHSG sempat merosot 5,57% ke level 7.497 pada pukul 14.20 WIB, dengan mayoritas saham berada di zona merah.

Data perdagangan menunjukkan 751 saham melemah, hanya 37 saham menguat, dan 28 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp22,53 triliun dan volume 42,89 miliar saham.

Sejalan dengan Bursa Asia


IHSG tidak sendirian. Bursa saham Asia juga bergerak di zona merah seiring meningkatnya sentimen risk-off global akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy mengatakan pergerakan IHSG sejalan dengan pelemahan indeks regional seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAIEX hingga ASX.