Bahkan, pasar saham Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya turun mencapai 11%, menandakan volatilitas tinggi di pasar keuangan kawasan.
Sentimen negatif tersebut dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas, termasuk kekhawatiran pasar setelah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran energi global penting.
Sentimen Fitch Tambah Tekanan Pasar
Di tengah tekanan tersebut, pasar juga dihadapkan pada sentimen tambahan setelah Fitch Ratings merevisi outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif dengan peringkat tetap di level BBB.
Revisi outlook tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap prospek fiskal dan stabilitas makro ekonomi Indonesia, sehingga memperburuk sentimen di pasar keuangan domestik yang sebelumnya sudah tertekan oleh faktor global.
Pengumuman Fitch tersebut menjadi tekanan tambahan setelah sebelumnya IHSG terbebani sentimen depresiasi rupiah yang sempat tembus Rp17.000 per dolar AS.
IHSG Ditutup Nyaris Ambles 5%
Pada penutupan perdagangan, IHSG akhirnya finis di 7.577,06 atau melemah 4,57%, menjadi level terendah dalam sekitar tujuh bulan terakhir. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp29,72 triliun dari 53,61 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi sekitar 3,3 juta kali transaksi.
Secara keseluruhan, hanya 54 saham yang menguat, sementara 734 saham melemah dan 33 saham stagnan, mencerminkan tekanan jual yang meluas di pasar saham domestik.
(dhf)

























