Logo Bloomberg Technoz

Mayoritas kasus disebabkan oleh permasalahan permodalan, terutama rasio RBC yang berada di bawah ketentuan minimum 120%, serta kondisi tingkat kesehatan yang kurang baik.

Sebagai catatan, OJK melaporkan total aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp1.214,87 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Untuk asuransi nonkomersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, total aset tercatat sebesar Rp219,67 triliun atau terkontraksi 0,42% yoy.

"Dari sisi asuransi komersil, total aset mencapai Rp995,19 atau naik sebesar 7,48% yoy. Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Januari 2026 mencapai Rp36,38 atau tumbuh sebesar 4,67% yoy," kata Ogi.

Rinciannya, premi asuransi jiwa masih terkontraksi 6,15% yoy menjadi Rp17,97 triliun. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 17,92% yoy menjadi Rp18,42 triliun.

Dari sisi permodalan, industri asuransi jiwa dan asuransi umum serta reasuransi mencatatkan rasio risk based capital (RBC) masing-masing sebesar 478,06% dan 323,47%. Angka tersebut masih jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan sebesar 120%.

(ell)

No more pages