Logo Bloomberg Technoz

“Mudah-mudahan, mudah-mudahan [sebelum 31 Maret rampung], ini teman-teman mineral juga saya minta untuk kita sembunyikan biar biar apa semuanya sudah itu-itu lah,” ungkap Tri.

Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey sebelumnya mengatakan perusahaan nikel yang mendapat persetujuan RKAB 2026 hingga kini baru PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), sedangkan Antam justru belum mendapat persetujuan RKAB.

“Baru Vale, Antam saja belum ya, teman-temannya Antam sendiri belum, baru bauksit dan emas, tetapi dijanjikan oleh Pak Dirjen Minerba, Maret sudah mulai akan disetujui pengajuan RKAB-nya. April sudah bisa berproduksi dan diberi kesempatan untuk revisi pada Juli,” ungkap Meidy saat ditemui di kantor DPN Apindo, Senin (2/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Meidy mengungkapkan telah mendapat persetujuan untuk merevisi RKAB 2026 pada Juli. Revisi RKAB tersebut diyakini mampu mengerek tambahan kuota produksi nikel hingga 30% tahun ini.

“Kemarin setelah kami diskusi [APNI dan Dirjen Minerba Kementerian ESDM] detail, mungkin akan dipertimbangkan untuk pengajuan revisi pada Juli,” ungkap Meidy.

Meidy menuturkan maksimal revisi kenaikan RKAB nikel yang disetujui tersebut sekitar 25%—30%. Dengan demikian, kebutuhan smelter nikel sekitar 400 juta ton dengan pengurangan RKAB 270 juta ton, serta impor Filipina 23 juta ton, dan penyesuaian RKAB 30% diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bijih nikel Tanah Air.

Sebelumnya, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mengumumkan telah menerbitkan RKAB nikel periode 2026 pada Selasa (10/2/2026). Kuota produksi bijih nikel yang disetujui berada di rentang 260 juta ton sampai 270 juta ton.

Kuota itu merosot lebar jika dibandingkan dengan target produksi pada RKAB tahun sebelumnya sebesar 379 juta ton. Sekadar catatan, Antam sebelumnya mengonfirmasi telah menerima persetujuan RKAB 2026 dari Kementerian ESDM.

Sekretaris Perusahaan Antam Wisnu Haryanto menyatakan perusahaan sedang melakukan pembahasan dan penyesuaian internal untuk memastikan implementasi RKAB tahun ini berjalan selaras dengan rencana operasional perseroan.

“Persetujuan ini menjadi landasan penting dalam menjaga kepastian operasional perusahaan serta keberlanjutan kontribusi Antam dalam mendukung kebijakan strategis nasional di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral,” kata Wisnu ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Dia memastikan perusahaan akan melanjutkan kegiatan operasional dan produksi sesuai dengan persetujuan yang diberikan.

Akan tetapi, Wisnu enggan mengungkapkan besaran kuota produksi dan daftar tambang Antam yang telah mendapat persetujuan RKAB.

Berdasarkan data laporan keuangan Antam 2024, berikut daftar tambang yang dimiliki dan terafiliasi dengan Antam:

  • PT Pongkeru Mineral Utama – Eksplorasi dan operator tambang nikel. Kepemilikan Antam 55%
  • PT Sumberdaya Arindo – Tambang nikel. Kepemilikan Antam 51%
  • PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa – Eksplorasi dan operator pertambangan. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Cibaliung Sumberdaya – Tambang emas (pascatambang). Kepemilikan Antam 100%
  • PT Nusa Karya Arindo - Tambang nikel. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Mega Citra Utama -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Borneo Edo International  -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Dwimitra Enggang Khatulistiwa -Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%

Entitas asosiasi:

  • PT Gag Nikel – Tambang nikel di Pulau Gag, Papua Barat Daya. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Nusa Halmahera Minerals – Tambang emas bawah tanah di Halmahera Utara. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Weda Bay Nickel – Tambang nikel dan kobalt di Teluk Weda, Maluku Utara. Kepemilikan Antam 10%
  • PT Nikel Halmahera Timur – Tambang nikel di Maluku Utara. Kepemilikan Antam 50%
  • PT Gunung Kendaik – Tambang bauksit. Kepemilikan Antam 100%
  • PT Borneo Alumina Indonesia – Tambang bauksit terintegrasi dengan proyek SGAR. Kepemilikan Antam 40%
  • PT Sumbawa Timur Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 20%
  • PT Pelsart Tambang Kencana – Tambang emas. Kepemilikan Antam 15%
  • PT Sorikmas Mining – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Gorontalo Minerals – Tambang emas. Kepemilikan Antam 25%
  • PT Citra Tobindo Sukses Perkasa – Tambang batu bara. Kepemilikan Antam 100%

(azr/wdh)

No more pages