HPM Nikel Naik, tetapi Kelebihan Pasokan Masih Membayangi RI
Azura Yumna Ramadani Purnama
16 April 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel dapat membuat harga acuan komoditas tersebut naik hingga 100% sampai 140%, tetapi kondisi pasar nikel global yang masih mengalami kelebihan pasokan dari Indonesia menjadi kendala.
Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey menyatakan kelebihan pasokan tersebut terutamanya terjadi di pasar China, tecermin dari turunnya harga di level hulu hingga tingkat menengah seperti bijih nikel, nickel pig iron (NPI), dan nikel sulfat.
Penurunan harga tersebut terjadi ketika permintaan belum sepenuhnya pulih, khususnya dari sektor baterai.
Untuk itu, Meidy memandang langkah Indonesia merevisi formula HPM dan memangkas produksi bijih dinilai bakal menjaga harga komoditas tersebut dan diharapkan mengatur kerseimbangan pasokan di pasar global.
“Saat ini industri nikel global masih dalam tekanan oversupply, tetapi Indonesia sedang melakukan repositioning strategis melalui reformasi HPM dan pengendalian produksi. Ini bukan hanya menjaga harga, tetapi juga memastikan nilai tambah dan keberlanjutan industri ke depan,” kata Meidy dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).




























