Logo Bloomberg Technoz

"Kami akan koordinasikan kepada airlines untuk penanganannya, misalnya [terjadi] pembatalan atau penundaan keberangkatan," tutur dia.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil dalam siaran resminya.

Berdasarkan data internal Kemenhaj, setidaknya terdapat sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia masih tertahan di kota Mekkah dan Madinah.

Namun, hingga per 1 Maret kemarin, Kemenhaj mengatakan sebanyak 6.047 jemaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Rinciannya, sebanyak 4.200 jemaah kembali pada 28 Februari dengan 12 penerbangan, dan sebanyak 2.047 jemaah pada 1 Maret degan 5 penerbangan.

Di sisi lain, terdapat 43.363 jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 mendatang yang berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab tak boleh diabaikan," ujar Jubir Kemenhaj Ichsan Marsha.

(ain)

No more pages