Ziad Daoud dan Dina Esfandiary dari Bloomberg Economics dalam laporannya menyebutkan bahwa jika harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama, para importir besar seperti China, Eropa, dan India akan sangat terpukul. Sebaliknya, negara eksportir seperti Rusia, Kanada, dan Norwegia justru akan diuntungkan.
Terkait posisi AS, konsumen diperkirakan akan merugi karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi akan menekan pendapatan mereka. Meski begitu, secara keseluruhan ekonomi AS menghadapi hambatan yang lebih kecil karena industri minyak serpih telah mengubah negara tersebut menjadi salah satu eksportir minyak dunia.
(bbn)
No more pages





























