Andi menekankan pentingnya kebiasaan sederhana seperti menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Langkah tersebut dinilai efektif untuk memutus rantai penularan, terutama di lingkungan sekolah dan rumah tangga.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, khususnya bagi anak-anak usia balita yang menjadi kelompok paling rentan. Pemeriksaan status imunisasi dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan terdekat atau buku KIA.
"Bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti demam dan ruam, pemerintah meminta agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Sementara bagi pasien yang terkonfirmasi campak, diimbau untuk membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih luas,"katanya.
Pemerintah berharap kombinasi penguatan imunisasi, edukasi publik, dan respons cepat terhadap KLB dapat menekan angka kasus pada 2026 serta mencegah lonjakan yang lebih besar di masa mendatang.
Selain itu, langkah ini dilakukan setelah adanya notifikasi dari Australia terkait warga negara asing (WNA) yang terpapar campak usai melakukan perjalanan ke Indonesia.
(dec)



























