Selain itu, Bank Mandiri terus memperluas kontribusinya melalui Mandiri Sahabatku sebagai program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia. Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di enam negara, yakni Malaysia, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan kawasan Timur Tengah, dengan fokus penguatan kapasitas kewirausahaan agar para PMI mampu menjadi penggerak ekonomi lokal setelah kembali ke Indonesia. Inisiatif ini diperkuat melalui skema Bapak Asuh PMI yang melibatkan 948 peserta.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi penguatan ekonomi desa melalui sinergi pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem usaha yang terintegrasi, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah,” lanjut Hendrianto.
Lebih lanjut, di sisi pengembangan usaha, Bank Mandiri juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui Mandiri UMKM Fest yang diikuti 360 pelaku usaha. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM, dengan komposisi peserta didominasi sektor fashion sebesar 66 persen dan food and beverage sebesar 29 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus bertumbuh.
Bank berlogo pita emas ini memastikan, ke depan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten, terukur, unggul dan berkelanjutan. “Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi layanan dalam ekosistem finansial nasional guna mendorong akselerasi pembangunan desa yang efektif, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan,” pungkasnya.
(tim)































