Logo Bloomberg Technoz

Putaran terbaru perundingan AS-Iran belum menghasilkan perkembangan berarti. Opsi serangan AS pun masih terbuka. Begitu juga dengan Iran yang kembali menegaskan ancamannya untuk membalas jika pasukannya diserang.

Ketidakstabilan ini ikut menggoyang pasar mata uang kawasan. Alhasil, kinerja mata uang hari ini tergantung sentimen domestik yang membayangi pasar masing-masing. 

Pergerakan mata uang Asia dalam perdagangan Jumat pagi (27/2/2026). (Bloomberg)

Tekanan lebih dalam terlihat pada yuan offshore China dan yuan China yang melemah sekitar 0,15%, diikuti baht Thailand susut 0,16%. Pelemahan paling tajam terjadi pada won Korea Selatan yang terperosok hingga 0,4%, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan hari ini.

Sementara, penguatan yen, yang kerap menjadi safe haven regional, mengindikasikan adanya aliran dana menuju aset yang dianggap lebih aman, sementara mata uang berisiko lebih tinggi seperti won dan rupiah justru mengalami tekanan. 

Agaknya sentimen global dan arus portofolio masih menjadi penentu arah utama menjelang penutupan bulan ini. 

(dsp/aji)

No more pages