Logo Bloomberg Technoz

Kedua adalah pergerakan nilai tukar ringgit Malaysia. Mata uang Negeri Harimau Malaya sedang perkasa.

Dalam sepekan terakhir, ringgit menguat 0,27% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang 2026 (year-to-date), ringgit terapresiasi 4,08%.

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit menguat, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Buah sawit atau CPO usai diambil dari perkebunan kelapa sawit. (Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga CPO untuk hari ini, Jumat (27/2/2026)? Apakah akan ada koreksi lima hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 43. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 25. Menghuni area jual (short) yang amat kuat, bahkan hampir jenuh (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO sejatinya berpotensi naik. Target resisten terdekat adalah MYR 4.054/ton yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tertembus, maka MA-20 di MYR 4.124/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Namun kalau harga CPO ‘terkapar’ lagi, maka MYR 3.948/ton sepertinya akan menjadi target support terdekat. Support lanjutan ada di MYR 3.806/ton.

(aji)

No more pages