Logo Bloomberg Technoz

2026, IHSG Jadi Indeks Saham Terlemah Sedunia

Muhammad Julian Fadli
25 February 2026 13:39

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sepanjang perdagangan saham 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju amat lesu, mencatat return negatif 3,66%. IHSG menjadi indeks dengan return investasi paling merugi dari seluruh bursa saham di dunia.

Hilangnya hasrat investasi pemodal asing turut menjadi pemicu pasar saham Indonesia yang terbenam di zona merah dengan torehan jual bersih (net sell) mencapai Rp18,64 triliun year–to–date/ytd pada pasar reguler, melansir data Bursa Efek Indonesia.

IHSG Year to Date Sepanjang Tahun 2026 (Bloomberg)

Sebanyak 10 saham menjadi target jual investor asing yang selama tahun berjalan perdagangan terus mencetak net sell besar–besaran.


Berikut daftar saham yang paling banyak dilego oleh investor asing pada Januari–Februari 2026:

  1. Bank Central Asia (BBCA), nilai jual bersih Rp16,2 triliun
  2. Bumi Resources (BUMI), nilai jual bersih Rp7,77 triliun
  3. Bank Mandiri (BMRI), nilai jual bersih Rp1,36 triliun
  4. Bank Negara Indonesia (BBNI), nilai jual bersih Rp1,05 triliun
  5. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), nilai jual bersih Rp624,09 miliar
  6. Darma Henwa (DEWA), nilai jual bersih Rp450,48 miliar
  7. Bangun Kosambi Sukses (CBDK), nilai jual bersih Rp444,89 miliar
  8. Indofood CBP (ICBP), nilai jual bersih Rp423,52 miliar
  9. Bank Syariah Indonesia (BRIS), nilai jual bersih Rp385,23 miliar
  10. Hartadinata Abadi (HRTA), nilai jual bersih Rp373,38 miliar

Berdasarkan data Bloomberg, tingkat return IHSG tercatat minus 3,66% selama perdagangan tahun 2026 periode Januari hingga 25 Februari. Tingkat return IHSG kalah jauh dari tetangga di Asia.