Logo Bloomberg Technoz

IMEF Soal Deal Impor Batu Bara Kokas dari AS: Sangat Tak Ekonomis

Sultan Ibnu Affan
24 February 2026 10:50

Coking coal./Bloomberg-Luke Sharrett
Coking coal./Bloomberg-Luke Sharrett

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) menilai keharusan untuk menambah impor batu bara kokas dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kesepakatan tarif resiprokal tidak memberi keuntungan ekonomis bagi Indonesia.

Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan impor batu bara metalurgi dari Negeri Paman Sam memiliki biaya pengapalan yang cukup tinggi.

"Jadi jika diletakkan pada satu sisi batu bara kokas semata, sangat tidak ekonomis jika harus diimpor dari AS," ujar Singgih saat dihubungi, dikutip Selasa (24/2/2026).


Singgih mengatakan Indonesia akan lebih diuntungkan jika mengimpor batu bara metalurgi melalui Australia. Namun, dia memahami bahwa kesepakatan untuk membeli dari AS merupakan konsekuensi dari kesepakatan dagang kedua negara.

Large lumps of coking coal move along a conveyor belt in a processing facility./Bloomberg-Bartek Sadowski

Apalagi, lanjut dia, Indonesia masih membutuhkan batu bara kokas untuk kebutuhan dalam negeri, yang 80% di antaranya saat ini memang dipasok melalui mekanisme impor.