"Namun, kembali lagi, pemerintah lebih menghitung pada keseluruhan bisnis dalam upaya menurunkan tarif ekspor ke AS, termasuk sebagian komoditas agar dapat mencapai tarif nol persen," tutur dia.
Teknologi AS
Singgih juga menilai kesepakatan soal penggunaan teknologi AS dalam pemanfaatan batu bara, yang turut menjadi bagian dari kesepakatan tarif, juga tidak serta-merta akan lebih efisien bagi Indonesia.
Teknologi hilirisasi batu bara, kata dia, justru lebih banyak berkembang dari China dan telah digunakan oleh industri smelter, pembangkit, serta industri baja yang dinilai lebih murah dan bernilai ekonomis.
"Jika kita diminta menggunakan teknologi AS, tentu harus dilihat industri apa yang mau dikembangkan, mengingat semua harus dihitung berdasarkan nilai total investasi, biaya produksi dan juga termasuk biaya rutin biaya perawatan," kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memang masih mengimpor batu bara kokas dengan kode HS 27040010 sepanjang 2025 dengan volume sebanyak 3,18 juta ton, lebih tinggi dari 2024 sejumlah 2,43 juta ton. Pada 2023, volume impor batu bara metalurgi RI tercatat sebanyak 2,47 juta ton.
Adapun, permintaan agar Indonesia mengimpor batu bara kokas dari AS tersebut menjadi bagian dari kesepakatan perundingan tarif resiprokal dengan pemerintahan Presiden Donald Trump yang telah diteken pekan lalu.
Dalam dokumen yang dirilis Gedung Putih terungkap bahwa Indonesia harus memfasilitasi dan mendorong peningkatan impor batu bara kokas dari AS. Namun, besaran volume maupun nilainya masih belum diperinci.
AS hanya menyebut bahwa langkah itu dilakukan guna mendukung "produksi baja, industrialisasi lokal, dan keandalan serta keamanan energi, serta mengurangi ketergantungan pada impor dari pihak yang memanipulasi pasar."
Selain menaikkan impor batu bara kokas, Indonesia diminta meningkatkan penggunaan teknologi batu bara AS. Nantinya, Indonesia akan bermitra dalam mempercepat pengembangan, penerapan, hingga komersialisasi teknologi.
Hal ini juga termasuk seperti sokongan dana untuk mendukung penerapan dan pengembangan teknologi emas hitam tersebut.
"Termasuk dengan memanfaatkan semua mekanisme pendanaan yang tersedia untuk mendukung kemajuan teknologi batu bara, termasuk penggunaan batu bara dan produk sampingan batu bara untuk memproduksi bahan bangunan, bahan baterai, serat karbon, grafit sintetis, dan bahan cetak, serta untuk membangkitkan tenaga listrik dan proses industri lainnya,” papar dokumen itu.
-- Dengan asistensi Azura Yumna Ramadani Purnama
(wdh)





























