Logo Bloomberg Technoz

Larangan Ekspor Timah Diramal Berujung Seperti Hilirisasi Tembaga

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 February 2026 11:50

Pekerja di depan pabrik peleburan saat timah cair mengalir dari semburan di pabrik PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Pekerja di depan pabrik peleburan saat timah cair mengalir dari semburan di pabrik PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Economic and Law Studies (Celios) mewaspadai kebijakan penyetopan ekspor timah murni batangan atau ingot akan berujung seperti kasus penghiliran tembaga, jika diterapkan tanpa kesiapan industri hilir atau end user.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira berpendapat kebijakan larangan ekspor ingot merupakan manuver penting dalam hilirisasi timah, sebab sebagian besar hilirisasi timah hanya berhenti di komoditas batangan yang merupakan olahan primer.

Akan tetapi, Bhima menyoroti kesiapan smelter timah di Indonesia jika ingin memproduksi produk hilirisasi timah lebih dari ingot.


Terlebih, kata dia, biaya investasi smelter timah sangat besar dan diragukan BPI Danantara mau membiayainya.

“Berbeda dengan nikel, kasus hilirisasi timah mirip dengan tembaga. Butuh investasi superbesar untuk fasilitas hilirisasi timah. Apakah Danantara mau terlibat penuh? Kalau kerja sama dengan investor mana?" kata Bhima ketika dihubungi, Senin (23/2/2026).

Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace PT Timah Tbk. di Bangka Barat. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)