Logo Bloomberg Technoz

Harga Timah Diprediksi Tembus US$60.000 Jika RI Stop Ekspor Ingot

Azura Yumna Ramadani Purnama
19 February 2026 12:45

Ingot dicetak dari timah cair di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian
Ingot dicetak dari timah cair di fasilitas pengolahan PT Timah di Mentok, Pulau Bangka./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi harga logam timah di pasar global menembus level US$60.000/ton, jika wacana Indonesia menyetop ekspor timah murni batangan atau ingot resmi diberlakukan tahun depan.

Analis Komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menyatakan Indonesia merupakan negara produsen timah kedua terbesar di dunia setelah China, dengan produksi tahunan mencapai 50.000 ton timah.

“Rencana Indonesia untuk menghentikan ekspor timah dan beralih ke hilirisasi memang menjadi perhatian besar pasar global saat ini. Penyetopan ekspor timah diprediksi akan menjaga harga timah tetap di level tinggi atau elevated dalam jangka panjang,” kata Wahyu ketika dihubungi, Kamis (19/2/2026).

Proyeksi harga timah 2026./dok. BMI

Wahyu menyatakan setelah harga timah sempat menyentuh rekor di atas US$53.000 per ton pada Januari 2026, sejumlah analis seperti BMI, lengan riset dari Fitch Solutions Company, sempat merevisi rata-rata tahunan ke level US$35.000—US$40.000 per ton.

Akan tetapi, jika penegakan hukum terhadap tambang ilegal terus diperketat di Indonesia dan larangan ekspor timah diberlakukan, maka harga timah berpotensi bergerak di level US$45.000—US$60.000 per ton.