Logo Bloomberg Technoz

Bahkan, kepala perdagangan Parlemen Eropa menyatakan pada Minggu bahwa ia akan mengusulkan pembekuan ratifikasi kesepakatan dagang Uni Eropa-AS.

"Jika hal ini mengguncang seluruh keseimbangan yang sudah mulai terbiasa dilakukan oleh para pelaku pasar—karena mereka terus berdagang pasca-keputusan April dan pengaturan dagang Juli antara AS dan Eropa—maka guncangan baru ini dipastikan akan membawa gangguan pada sektor bisnis," kata Lagarde. Ia juga mencatat bahwa kesepakatan yang dinegosiasikan sebelumnya sebenarnya telah mencakup sejumlah pengecualian.

Lebih lanjut, Lagarde menyebut bahwa konsumen di Amerika Serikat pun tidak luput dari "penderitaan" akibat dampak kebijakan tarif ini.

Di tengah gejolak ekonomi, Lagarde juga menanggapi spekulasi mengenai masa depannya di ECB. Muncul kabar bahwa ia akan mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada Oktober 2027. Namun, Lagarde menegaskan bahwa dirinya masih "terikat pada misi."

"Skenario utama saya adalah tetap menjabat hingga akhir masa tugas saya," tegasnya, mengulangi pernyataan serupa yang ia sampaikan pekan lalu.

Sebelumnya, Financial Times melaporkan pada Rabu lalu bahwa Lagarde kemungkinan meninggalkan ECB lebih awal guna memberi kesempatan bagi Presiden Emmanuel Macron untuk menunjuk penggantinya. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya antisipasi sebelum pemilu Prancis yang berpotensi memenangkan kelompok sayap kanan.

Menanggapi dinamika politik tersebut, Lagarde mengatakan kepada CBS bahwa "pemilih di negara mana pun di dunia berhak membuat pilihan mereka, dan pilihan-pilihan tersebut harus dihormati."

(bbn)

No more pages