Adapun, Indonesia juga telah menyepakati pembelian komoditas minyak dan gas (migas) dari AS senilai US$15 miliar atau setara Rp253,4 triliun (kurs Rp16.894).
Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian LPG senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.
Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor minyak mentah dari Amerika Serikat senilai US$4,5 miliar atau setara Rp76,02 triliun.
Terakhir, Indonesia akan mengimpor bahan bakar minyak (BBM) atau bensin olahan senilai US$7 miliar atau setara Rp118,26 triliun.
“Indonesia akan mendukung dan memfasilitasi perjanjian komersial untuk mengimpor komoditas energi AS senilai US$15 miliar,” sebagaimana tertulis dalam dokumen yang dirilis White House.
Pemerintah tengah menyiapkan payung hukum setingkat peraturan presiden atau Perpres terkait dengan rencana penugasan PT Pertamina (Persero) untuk impor migas dari Amerika Serikat.
Penugasan kepada Pertamina itu berkaitan dengan bagian perundingan tarif resiprokal dengan Washington.
Belakangan, pemerintah mendapat kompensasi penurunan tarif menjadi 19% yang awalnya dipatok 32% lantaran defisit neraca dagang AS dengan Indonesia.
“Kami sedang mempersiapkan Perpres dan Perpres sudah dievaluasi oleh KPK terkait dengan risk assesment-nya,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Sebelumnya, pemerintah berencana mengatur impor migas Pertamina dari AS itu tanpa melewati proses lelang atau bidding. Skema tanpa lelang itu bakal menyasar pada transaksi antara Pertamina dengan perusahaan AS.
Adapun, Pertamina telah meneken tiga nota kesepahaman business to business (B2B) di bidang pengadaan feedstock minyak dan kilang melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), masing-masing dengan ExxonMobil Corp., KDT Global Resource LLC., serta Chevron Corp.
Kendati demikian, Airlangga menambahkan, impor migas dari AS juga akan dilakukan oleh perusahaan swasta untuk mengimbangi surplus neraca dagang saat ini.
Dia membeberkan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) bakal ikut membeli LPG dari AS nantinya.
(azr/wdh)

























