Logo Bloomberg Technoz

Di kawasan Asia, pergerakan pasar relatif berhati-hati. Yen Jepang melemah setelah pertumbuhan ekonomi Jepang hanya pulih tipis dari kontraksi sebelumnya, sementara indeks saham Asia Pasifik bergerak mendatar di tengah libur Tahun Baru Imlek yang membatasi volume transaksi. 

Mata uang pasar Asia yang sudah dibuka bergerak beragam pada perdagangan hari ini (16/2/2026).

Kondisi ini membatasi volume transaksi dan membuat pergerakan pasar cenderung teknikal. Dalam situasi likuiditas yang tidak penuh, rupiah cenderung bergerak mengikuti arah sentimen global ketimbang faktor fundamental domestik. 

Pasar juga masih berhitung terhadap pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan bahwa inflasi belum sepenuhnya kembali ke jalur target 2%. 

Artinya, ruang pelonggaran moneter memang terbuka, tetapi tidak serta-merta agresif. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar global tetap berhati-hati, sehingga penguatan mata uang emerging markets, termasuk rupiah di pasar NDF, berlangsung tipis dan selektif.

Namun, penguatan rupiah di pasar NDF pagi ini merupakan respons taktis terhadap perubahan sentimen global, belum menjadi perubahan fundamental jangka panjang. 

Sebab dari dalam negeri, pasar masih menimbang beberapa faktor internal yang menjadi penyebab kekhawatiran pasar dalam beberapa pekan terakhir: kemungkinan pelebaran defisit APBN  serta isu independensi Bank Indonesia. 

Pekan ini, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan penetapan tingkat suku bunga acuan sekaligus menegaskan independensinya kepada para pelaku pasar. Berdasarkan konsensus yang dihimpun Bloomberg, BI sepertinya akan menetapkan suku bunga acuan tetap di 4,75% lantaran nilai tukar rupiah belum cukup stabil.

(dsp/aji)

No more pages