Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kembali Susut 0,27% Dalam Sesi Perdagangan Siang Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 February 2026 13:27

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali susut pada perdagangan Kamis tengah hari (12/2/2026), setelah menguat selama empat hari berturut-turut. 

Rupiah spot melemah 0,27% ke level Rp16.829/US$, menyusul kembalinya penguatan dolar AS siang ini sebesar 0,14% ke level 96,97.

Di tengah kekhawatiran pasar soal sorotan MSCI dan turunnya rating kredit yang diberikan Moody's terhadap pasar surat utang Indonesia, penguatan dolar AS membawa rupiah kembali terpeleset, di saat mata uang Asia lainnya justru menguat. 

Rupiah Terlemah di Asia (Bloomberg)

Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata menyebut sentimen di awal Februari yang cenderung mereda bukan karena semua isu sudah selesai. Namun, pelaku pasar mulai mengambil posisi dari pelemahan dolar AS pada aset keuangan di pasar emerging markets

"Rupiah cenderung menguat saat dolar melemah tetapi tetap rentan berbalik bila ada kejutan eksternal atau kebijakan domestik yang mengganggu kepastian arah kebijakan dan kredibilitas pemerintah," kata Josua, Kamis (12/2/2026).