Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Tersengat Pelemahan Rupiah, IHSG Balik Arah ke Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
12 February 2026 12:51

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I Kamis (12/2/2026) berbalik arah jadi melemah 0,38% di posisi 8.259, usai rupiah melemah 0,27% hingga jadi yang terlemah di Asia pada level Rp16.829/US$ siang tengah hari ini.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, saham–saham big caps, juga menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan Sesi I. Saham–saham kesehatan, saham konsumen non–primer, dan saham infrastruktur mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 0,92%, 0,79% dan 0,78%.

Penutupan IHSG Sesi I pada Kamis 12 Februari 2026 (Bloomberg)

Pada perdagangan siang hari IHSG berbalik arah hingga terus melemah, rentang perdagangan terjadi 8.334 sampai dengan terlemahnya 8.220. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp14,48 triliun dari sejumlah 27,26 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 1,91 juta kali.


Tercatat ada pelemahan 369 saham, dan sebanyak–banyaknya 281 saham terjadi penguatan. Sedangkan terdapat 168 saham stagnan.

Berikut adalah saham–saham berbobot besar yang jadi sebab balik arahnya IHSG, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 3,31%, dan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) drop 3,21%. Dilanjutkan oleh pelemahan pada saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) terpeleset 3,06%, dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terjatuh 2,56%.