Logo Bloomberg Technoz

Susut 0,23% Rupiah Melemah Sendirian di Pasar Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 February 2026 15:58

Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup hari ini, rupiah jadi mata uang terlemah di pasar Asia, menyusul kembali menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) karena data ketenagakerjaan yang solid. 

Rupiah spot susut sebanyak 0,23% dan membawa rupiah berada di level Rp16.822/US$ dalam perdagangan hari ini (12/2/2026), setelah sempat dibuka menguat 0,04% ke posisi Rp16.777/US$ pagi tadi. 

Penguatan dolar AS yang tipis saja 0,04% ke level 96,873 sejatinya masih bisa membawa penguatan bagi sebagian besar mata uang Asia. Hampir semua mata uang Asia euforia berada di zona hijau sejak tiga hari terakhir, dan hari ini semua mata uang Asia bergerak di zona hijau kecuali rupiah. 

Rupiah sore ini jadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah sebesar 0,21%, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg)

Mengapa hanya rupiah yang melemah paling dalam sore ini? 

Stabilitas rupiah yang terjadi pada awal Februari hingga kemarin nampaknya terjadi lantaran ada keseimbangan baru antara tekanan eksternal dan respons kebijakan domestik pasca huru-hara turunnya rating saham oleh MSCI dan turunnya rating kredit oleh Moody's.