Rupiah Melemah Hari Ini, Tapi Catat Penguatan Secara Mingguan
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 February 2026 16:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup pekan kedua Februari, rupiah kembali melemah. Mencerminan masih rapuhnya sentimen terhadap aset berdenominasi rupiah di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS).
Hari ini, Jumat (13/2/2026), nilai tukar rupiah menutup perdagangan pasar spot hari ini dengan pelemahan 0,12% ke Rp16.839/US$, di tengah penguatan dolar AS akibat ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama menyusul data ekonomi AS yang solid serta pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Fed.
Indeks dolar AS kembali tercatat menguat 0,13% menjadi 97,04. Penguatan dolar tersebut membuat mayoritas mata uang emerging markets tertekan sore ini.
Bahkan, posisi rupiah yang sejak awal tahun berada di jajaran mata uang Asia dengan kinerja terlemah, dan telah mengalami penyusutan sebanyak 0,88% sejak awal tahun hingga hari ini (ytd). Namun dalam lima hari terakhir rupiah justru mencatatkan penguatan 0,16%.
Tekanan eksternal diperberat oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang kembali menarik arus modal ke aset safe haven, sehingga menekan minat investor terhadap pasar keuangan domestik.































