Logo Bloomberg Technoz

Kabar dari Amerika Bikin Rupiah & Uang Asia Merana

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 February 2026 09:16

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka hari terakhir sebelum libur akhir pekan yang panjang dengan penguatan terbatas dalam perdagangan pasar spot

Pada perdagangan hari ini, Jumat (13/2/2026), rupiah menguat tipis hampir flat 0,01% di Rp16.816/US$. Tak berselang lama, rupiah tergelincir dan melemah 0,04% ke Rp16.825/US$.

Rupiah ditengarai terseret efek membaiknya sentimen di pasar Amerika Serikat (AS) dengan rilis sejumlah data ekonomi yang menunjukkan ketahanan aktivitas Negeri Paman Sam. Hal ini juga menimpa semua mata uang Benua Kuning dan bergerak di zona merah. 

Pergerakan mata uang Asia pagi ini (13/2/2026) berada di zona merah, tersengat data ekonomi AS. (Bloomberg)

Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal IV yang diproyeksikan tetap solid di sekitar 3% mempertegas bahwa ekonomi terbesar dunia itu belum kehilangan momentum, meski laju ekspansinya melambat. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, sementara penyempitan defisit perdagangan dan lonjakan investasi persediaan turut memperkuat angka pertumbuhan.

Ketahanan ekonomi AS ini menjaga dolar tetap perkasa dan membuka ruang bagi The Fed untuk tidak tergesa-gesa melonggarkan kebijakan moneternya.