Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Menguat Tipis di Pasar Offshore, Sentimen Masih Risk-Off

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 February 2026 08:01

Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank
Uang dolar AS dan rupiah ditunjukkan oleh pegawai bank

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah dalam kontrak perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF) pagi ini menguat tipis setelah terpeleset kemarin, menyusul dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat. 

Pada perdagangan hari ini (13/2/2026), rupiah di pasar offshore dibanderol Rp16.813/US$, menguat 0,10% dari pembukaannya yang stagnan tadi di posisi Rp16.830/US$.

Indeks dolar AS kembali mencatatkan kenaikan meski 0,09%, tetapi membuatnya hampir berada di kisaran 97 lagi. Kemarin, dolar AS menguat ke 96,9 pada pembukaan dan naik menjadi 96,92 pada penutupan sore. 


Meski dolar AS sempat menguat, pada penutupan perdagangan spot kemarin mata uang di Benua Kuning kompak menguat, kecuali rupiah. Hari ini, dari pasar yang sudah dibuka, mata uang Asia tampak bergerak beragam.

Dari zona merah ada baht Thailand yang memimpin pelemahan sebanyak 0,48%. Disusul yen Jepang susut 0,13%, lalu won Korea Selatan 0,12%, dan ringgit Malaysia 0,01%.