Sektor AI di Wall Street Memerah, Bursa Asia Bersiap Terkoreksi
News
13 February 2026 06:30

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (13/2) setelah gelombang sentimen negatif terkait sektor AI menghantam Wall Street. Kondisi ini menekan saham teknologi AS serta Bitcoin, sekaligus mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti obligasi pemerintah (Treasury).
Indeks S&P 500 merosot 1,6%, sementara Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi anjlok 2% pada perdagangan Kamis waktu setempat seiring jatuhnya saham-saham berkapitalisasi besar. Pelemahan ini meluas hingga ke sektor logistik dan real estat komersial, sebuah sinyal bahwa investor mulai khawatir akan dampak nyata ekonomi dari demam AI.
Saham Cisco Systems Inc terjun bebas 12% setelah proyeksi margin yang hambar menunjukkan kenaikan harga cip memori mulai membebani perusahaan. Sementara itu, ETF yang melacak perusahaan perangkat lunak turun 2,7%.
Di pasar obligasi, Treasury reli di seluruh kurva, mendorong imbal hasil (yield) dua tahun AS turun lima basis poin dan tenor 10 tahun turun tujuh basis poin ke level 4,1%. Emas dan perak turut melemah, senada dengan Bitcoin yang kembali diperdagangkan di kisaran US$65.700.





























