Bursa Asia Bersiap Menguat usai Rilis Data Ritel AS
News
11 February 2026 06:45

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia bersiap mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (11/2). Sementara itu, surat utang pemerintah AS (Treasury) menguat setelah data penjualan ritel yang lesu memperkuat alasan bagi Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga tahun ini.
Indeks kontrak berjangka menunjukkan indikasi penguatan di Sydney dan Hong Kong, setelah indeks saham Asia menyentuh level tertinggi pada Selasa kemarin. Di sisi lain, bursa Tokyo hari ini ditutup karena hari libur nasional. Di Wall Street, indeks S&P 500 terkoreksi tipis 0,3% akibat pelemahan sejumlah saham teknologi, meski tetap berada di dekat level rekor bulan lalu. Imbal hasil (yield) Treasury 10-tahun merosot ke level terendah dalam sebulan, seiring pelaku pasar mulai memperhitungkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini.
Penjualan ritel AS secara mengejutkan stagnan pada bulan Desember, mengindikasikan bahwa daya beli konsumen melemah di penghujung tahun. Kini, perhatian pelaku pasar tertuju sepenuhnya pada laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Rabu malam waktu setempat.
"Tampaknya momentum konsumsi di bulan-bulan terakhir 2025 lebih lemah dari asumsi sebelumnya. Ini menjadi titik awal yang kurang menggembirakan bagi estimasi pertumbuhan tahun 2026," ujar Vail Hartman dari BMO Capital Markets.






























