Bursa Asia Bergerak Variatif usai Rilis Data Tenaga Kerja AS
News
12 February 2026 06:45

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Lonjakan tak terduga pada data lapangan kerja Amerika Serikat (AS) memukul pasar obligasi pemerintah (Treasury). Para pelaku pasar kini mulai mengurangi taruhan mereka terhadap rencana pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Sementara itu, indeks berjangka saham Asia bergerak bervariasi setelah bursa AS ditutup stagnan.
Laporan ketenagakerjaan bulanan terbaru menunjukkan penambahan 130.000 pekerjaan pada bulan Januari—dua kali lipat dari perkiraan median analis. Angka ini mempertegas ketangguhan ekonomi AS yang kemungkinan besar belum memerlukan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Obligasi jangka pendek menjadi yang paling terdampak, imbal hasil (yield) Treasury tenor dua tahun naik enam basis poin ke kisaran 3,51%. Pasar uang kini memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya baru akan terjadi pada Juli mendatang, bergeser dari proyeksi sebelumnya di bulan Juni.
Di pasar komoditas, emas dan perak menguat, sementara Bitcoin merosot untuk sesi ketiga berturut-turut. Dolar AS terpantau sedikit melemah, memberikan keuntungan bagi Yen yang menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.





























