Pada 9 Februari 2026, Prabowo menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk bertukar pandangan mengenai arah dan prospek dunia usaha ke depan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari industri tekstil, garmen, dan alas kaki, hingga mebel serta makanan dan minuman.
“Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Presiden dalam upaya pengentasan kemiskinan, penyediaan gizi dan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia, serta penguatan industrialisasi yang memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara,” sebagaimana dikutip melalui akun Instagram resmi @presidenrepublikindonesia, dikutip Selasa (10/02/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 hingga 22.00 WIB itu, Prabowo dan para pengusaha berdiskusi serta bertukar pandangan terkait kondisi ekonomi nasional dan tantangan dunia usaha ke depan. Dalam audiensi yang dihadiri 22 pengusaha anggota Apindo tersebut, Prabowo mendengarkan berbagai masukan dan aspirasi pelaku usaha, termasuk pandangan mereka mengenai arah kebijakan ekonomi nasional.
Adapun 22 pengusaha Apindo yang hadir antara lain Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani, Sanny Iskandar, Eddy Hussy, Soegianto Nagaria, Lindrawati Widjojo, Hendra Widjaja, Budiarsa Sastrawinata, Ronald Walla, Adhi Lukman, Raymond Gunawan, Dedy Rochimat, Kris Adidarma, Leo Julianto Sutedja, dan Harry Lukminto.
2. Lima Konglomerat (10 Februari 2026)
Prabowo menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (10/2/2026) malam.
Lima pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Garibaldi Thohir (Adaro Energy); Franky Oesman Widjaja (Sinar Mas Group); Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group); Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group); dan Anthony Salim (Salim Group).
“Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Rabu (11/2/2026).
Di pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya Indonesia Incorporated, yang berarti kolaborasi erat seluruh sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.
Dia mengeklaim para pengusaha yang hadir turut menyatakan kesamaan pandangan dan komitmen untuk mendukung agenda pemerintahan. Misalnya, pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi.
Lebih lanjut, Prabowo juga mengajak dunia usaha untuk mengambil peran aktif bersama dengan pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja. "Khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM,” ujarnya.
3. Pengusaha dan Filantropi (7 Mei 2025)
Prabowo mengumpulkan sejumlah pengusaha di Tanah Air dalam pertemuan dengan tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation Bill Gates pada 7 Mei 2025. Para pengusaha Tanah Air yang hadir pada pertemuan dengan Prabowo dan Bill Gates di antaranya adalah Haji Abdul Rasyid; pemilik CT Corp Chairul Tanjung; pemilik PT Alamtri Resources Tbk (ADRO), Garibaldi 'Boy' Thohir; pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo serta Pendiri PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Prajogo Pangestu.
Kemudian, Komisaris Indika Energy (INDY) Arsjad Rasjid; pemilik Artha Graha Group Tomy Winata; pemilik Lippo Group James Riady; petinggi Salim Group Anthony Salim; pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir; serta pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
4. Delapan Konglomerat (6 Maret 2025)
Prabowo menerima kehadiran delapan pengusaha besar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Maret 2025. Delapan pengusaha yang hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari berbagai sektor industri, di antaranya Anthony Salim; Sugianto Kusuma; Prajogo Pangestu; Boy Thohir; Franky Widjaja; Dato Sri Tahir; James Riady; dan Tomy Winata. Masing-masing memiliki latar belakang bisnis yang berbeda, mulai dari sektor pangan, properti, energi, keuangan, hingga manufaktur.
Pada pertemuan itu, Prabowo membahas sejumlah isu strategis, termasuk program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah, pembangunan infrastruktur, penguatan industri tekstil, hingga upaya swasembada pangan dan energi. Selain itu, industrialisasi dan pengelolaan investasi melalui Badan Pengelola Investasi Danantara juga menjadi topik utama dalam perbincangan.
(dov/frg)

























